Bukan hal mudah untuk bisa mengajak anak-anak belajar, apalagi pelajaran yang masuk kategori “rumit” semacam Matematika. Rumit dalam artian banyak orang sudah terlebih dahulu alergi untuk belajar Matematika dengan begitu banyak rumus yang mesti dipelajari. Tantangan untuk bisa menjadikan anak-anak belajar Matematika secara menyenangkan inilah yang justru menjadi cerita penemuan metode pengajaran Matematika dengan jari, yang disebut sebagai Jarimatika.
Berawal dari kota kecil Salatiga, di mana seorang ibu rumah tangga, ibu Septi Peni Wulandari berhasil menemukan metode menyelesaikan hitungan Matematika dengan jari yang disebut sebagai Jarimatika. Metode ini sederhana karena menggunakan jari kita sebagai alat. Namun, metode ini efektif karena mampu memecahkan berbagai soal matematika. Di samping itu, metode ini membuat pelajaran Matematika yang tadinya rumit menjadi menyenangkan.
Sebagai sebuah sistem, belajar Jarimatika mensyaratkan proses belajar mengajar Matematika yang menyenangkan. Dengan menggunakan dua tangan dan 10 jari, belajar Matematika tidak lagi menjadi beban, karena disampaikan seperti sebuah permainan.
Dengan menciptakan Jarimatika, perkembangan yang terjadi kemudian mungkin juga di luar perkiraan. Ibu Peni diundang ke berbagai forum baik di tingkat nasional maupun internasional untuk mengajarkan metode ini. Bahkan, metode inipun telah menjadi salah satu metode yang dipakai oleh berbagai bimbingan belajar di Indonesia dalam mempelajari Matematika.
Semua Berawal dari Kreativitas
Kreativitas menciptakan metode ini timbul dari dalam diri Ibu Peni yang mempunyai pengalaman betapa sulitnya mengajak anak-anaknya belajar Matematika. Berkali-kali ia mencoba berbagai cara agar bisa mengembangkan metode yang kreatif sampai akhirnya ia menemukan metode Jarimatika ini secara matang.
Satu pelajaran moral penting dari Ibu Peni adalah, bahwa tantangan dan kesulitan yang kita hadapi jangan sampai menjadikan kita menyerah terhadap keadaan, justru kita harus lebih kreatif dalam menghadapinya agar bisa menghasilkan solusi atas permasalahan tersebut dengan sebaik-baiknya.
